unique visitors counter
Gaya HidupKisah

Di Negara Ini, Kentut Sembarangan Bisa Dihukum Mati

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pada dasarnya buang angin alias kentut adalah hal alami dan menyehatkan. Namun hal tersebut tidak berlaku di sejumlah negara, dan menganggap kentut sembarangan adalah bentuk pelanggaran kesusilaan publik.

Seperti yang terjadi di Pakistan, hakim negara tersebut menghukum mati Muhammad Al-Wahabi seorang pria yang kentut secara berlebihan di enam masjid selama Ramadan. Akibat perbuatan Wahabi, 53 orang meninggalkan masjid selama sholat.

Kejadian itu dianggap sebuah “tindakan penghinaan” yang harus dihukum. Bahkan, hakim memberi terdakwa pilihan untuk dieksekusi dengan cara dipenggal atau dilempari sampai mati.

“Hukumnya jelas, dia harus dilempari batu sampai mati, pemenggalan kepala adalah kalimat yang sangat ringan dan menyelematkannya dari penderitaan,” kata jaksa pemerintah seperti dilansir Worldnewsdailyreport, Senin 24 September 2018.

Usut punya usut, ternyata penyebab Al-Wahabi sering kentut karena dirinya menderita perut kembung yang kronis, dan itu kondisi medis yang jarang terjadi. Maka tak heran jika dia sulit mengontrol untuk menghentikan 17 kali suara dan bau akibat sakit perutnya ketika beribadah di dalam masjid.

Bahkan memasang tampon di rektumnya beberapa kali untuk menutupi kebisingan dan bau dari sakit perutnya itu. Namun Al-Wahabi menerima keputusan hakim, dan mengatakan jika penghakiman itu adil dan dia berharap agar Allah akan cukup murah hati untuk memaafkan tindakan pengghujatannya.

Sementara di negara Malawi, Afrika telah menerapkan aturan dilarang kentut di tempat umum. Bahkan kentut di tempat umum dianggap sebagai kejahatan kecil yang akan diproses secara hukum.

Saking seriusnya, di tahun 2011 larangan kentut tersebut berubah menjadi RUU. Dilansir BBC News, George Chaponda, seorang Menteri Kehakiman mengatakan pada radio setempat menyarankan bagi yang ingin buang angin, maka pergilah ke toilet.

George Chaponda menambahkan, siapapun orang yang mencemari udara di sembarang tempat akan membuat masyarakat tidak nyaman sehingga dianggap melakukan pencemaran lingkungan. Maka buang angin di tempat umum dianggap sebagai kejahatan ringan dan dapat dikenai hukuman. (Tian Rayya Bahlamar)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close