unique visitors counter
HeadlineNews

Hati-Hati, Tilang Elektronik Tak Akan Pilih Bulu

Sosialisasi yang gencar itu agar saat pelaksanaannya 1 November 2018 semua pengendara kendaraan bermotor sudah siap.

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kepolisian Daerah (Polda) Metropolitan Jakarta Raya saat ini terus gencar menyosialisasikan pelaksanaan sistem electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf menyatakan sosialisasi yang gencar itu agar saat pelaksanaannya 1 November 2018 semua pengendara kendaraan bermotor sudah siap. Alasannya saat itu semua kendaraan yang terrekam melakukan pelanggaran rambu lalu lintas akan terjerat.

“Semuanya terekam, mau mobil pejabat, Polri, TNI, pemerintah,” ujar Kombes Yusuf saat menyebarkan leaflet kepada pengendara kendaraan bermotor di kawasan Jalan Thamrin Jakarta, Senin 15 Oktober 2018.

Jika ada anggota TNI maupun Polri yang melanggar nanti akan bekerja sama dengan Propam dan POM.

Menurut Yusuf, dia akan memberitahukan instansi si pelanggar lengkap dengan tanggal, dan fotonya termasuk mobil dinas. Semua datanya diberikan.

Secara umum para pelanggar yang terekam sistem tilang elektronik itu secara otomatis akan terkirim ke server Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya.

Setelah menganalisis dan yakin pelanggaran telah terjadi maka pemilik kendaraan akan dikirimi surat konfirmasi sesuai pada data base TMC Polda Metro Jaya. Waktu analasis selama tiga hari.

Setelah menerima surat konfirmasi pemilik kendaraan wajib melakukan klarifikasi. Adapun klarifikasi dari pemilik kendaraan dapat dilakukan melalui situs web http://www. etle-pmj.info, melalui aplikasi yang nantinya dapat diunduh melalui play store, atau mengirimkan kembali belangko konfirmasi yang telah diisi kepada kepolisian.

Proses klarifikasi itu bisa dimanfaatkan pemilik kendaraan seandainya pelanggaran dilakukan oleh orang lain atau kendaraan yang melanggar tersebut bukan miliknya lagi karena belum dibalik nama.

Jika selama tujuh hari pelanggar tidak melakukan klarifikasi STNK kendaraan yang bersangkutan akan diblokir.

Setelah proses konfirmasi dan klarifikasi selesai, pelanggar diberi waktu selama 7 hari untuk membayar denda tilang melalui bank BRI. Jika terlambat, maka STNK kendaraan juga akan diblokir.

Untuk sementara sistem tilang itu akan diterapkan di ruas Jalan Sudirman-Thamrin.(kris)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close