Kisah

Ketua UKP-PIP: Pancasila Adalah Penyatu Keberagaman

Jakarta (MI) – Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif bertemu dengan peserta kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) Angkatan VI.

Di depan 50 pemuda, Yudi menjelaskan cara menghayati, memahami dan mengamalkan Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dia menjelaskan bahwa semua mozaik, warna kulit, beragam ras, etnis, telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka. Untuk menyatukan hal tersebut, Indonesia membutuhkan alat pemersatu.

“Seluruh keragaman ini milik Indonesia. Nilai-nilai yang menyatukan seluruh keragaman itu namanya Pancasila,” kata Yudi dalam pesan tertulis.

Menurutnya setiap sila dalam Pancasila menggambarkan kehidupan bangsa Indonesia yang kompleks. Pancasila titik temu, titik pijak, sekaligus titik tuju dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, masa depan bangsa Indonesia menjadi kabur dan tidak jelas arah dan tujuannya tanpa Pancasila.

“Tanpa Pancasila Indonesia itu mengalami disorientasi habis-habisan,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan turunan sila Pancasila termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945. Pemuda Indonesia harus memahami betul visi dan misi negara Indonesia yang tertuang dalam UUD 1945 yakni menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Kata “Merdeka,” menurut Yudi, diturunkan dari sila pertama dan kedua Pancasila, yakni Tuhan dan Kemanusiaan. Begitu juga dengan kata “bersatu” yang merupakan turunan dari sila ketiga, “berdaulat” turunan dari sila keempat dan “adil dan makmur” merupakan turunan dari sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. (FC)

Related Articles

Close