Viral

Menko Kemaritiman, Luhut Bantah Tudingan Mencatut Nama Alumni ITB

Jakarta (MI) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membantah tudingan yang menyebut dia mencatut organisasi Alumni ITB saat menjelaskan sejumlah pakar yang mendukung proyek Reklamasi Jakarta.

Menurut luhut dirinya  tidak pernah mengatakan Ikatan Alumni ITB mendukung reklamasi, ujarnya dalam siaran pers pada Kamis (26/10).

Lebih lanjut Luhut menjelaskan dirinya hanya menyebut nama Ridwan Djamaluddin sebagai Ketua Tim Kajian Reklamasi dari Kemenko Bidang Kemaritiman yang juga Ketua Ikatan Alumni ITB. Pernyataan Luhut itu  berkaitan dengan keterangannya mengenai pencabutan moratorium reklamasi Jakarta saat diwawancarai wartawan, di Medan, Sumatera Utara.

Luhut juga menjelaskan transkrip kutipan pernyataannya tersebut antara lain “Semua itu ketuanya adalah Pak ini, mana ini Pak Ridwan ini, Pak Ridwan itu ketua alumni ITB, itu tim yang membuat kajian itu jadi ada (alumni) ITB, ada Bappenas, semua kementerian K/L terkait, kemudian ada Jepang, ada Korea, ada Belanda, mau apa lagi?”

Oleh karena itu, Luhut meminta mereka yang berkeberatan untuk membaca lagi transkrip atau menyimak rekamannya agar bisa menunjukkan bagian mana dari pernyataan tersebut yang mengatakan organisasi alumni ITB mendukung reklamasi.

Luhut mengklaim penyebutan status Deputi Bidang Koordinasi Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin, yang juga Ketua Ikatan Alumni ITB, adalah bentuk penghargaan terhadap kualitas alumni kampus itu dalam menangani isu strategis nasional,  penyebutan itu dalam konteks bangga terhadap ITB, ujar Luhut.

Sejumlah alumni ITB, pada Selasa (24/10/2017) lalu, menggelar konferensi pers untuk menolak keras pernyataan Menko Luhut yang mengesankan alumni ITB terkait mendukung pencabutan moratorium reklamasi Teluk Jakarta.

Para alumni ITB itu juga berencana menyusun kajian tandingan untuk membantah hasil studi pemerintah mengenai kelayakan pencabutan moratorium reklamasi Jakarta.

Mereka membuat petisi yang mengumpulkan pernyataan 1000-an alumni ITB tentang penolakan terhadap proyek reklamasi itu. (TGM)

Related Articles

Close