HeadlineNews

Ngeri! Citra Radar BPPT Ungkap Perubahan Anak Krakatau setelah Longsor

MATA INDONESIA, JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi merilis dua citra radar yang menunjukkan perubahan Gunung Anak Krakatau sebelum dan sesudah terjadinya erupsi disertai longsor.

Dua citra radar itu menunjukkan masing-masing penampakan Anak Krakatau dipantau dari udara pada tanggal 11 Desember 2018, sebelum erupsi dan 23 Desember, setelah erupsi.

Tampak jelas terjadi perubahan drastis permukaan daratan sekitar 357 meter dan 1.800 meter. Bagian selatan Anaka Krakatau atau kiri bawah pada gambar sudah hilang.

Diperkirakan, area yang hilang atau longsor ke laut tersebut seluas 64 hektar. Berdasarkan penelitian ahli geologi Perancis Christine Deplus dan peneliti LIPI Hery Harjono, longsor di bagian selatan tersebut diduga sebagai penyebab utama terjadinya tsunami.

Publikasi penelitian Deplus dan Hery di Journal of Vulvanology and Geothermal Research pada 1995 juga mengungkap bahwa tsunami akibat longsoran Anak Krakatau pernah terjadi pada tahun 1981.

Hery mengatakan bahwa Anak Krakatau cenderung tumbuh ke arah barat daya dan sisi tersebut juga lebih curam dari lainnya.

“Tentu ini merupakan bagian yang labil dan jika melorot atau longsor tentu dapat memicu tsunami,” ujar Hery. (Ryan)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close