HeadlineNews

Pemerintah Fokus Bangun Keseimbangan Investasi ke Timur Tengah

MATA INDONESIA, BOGOR – Pemerintah Indonesia sekarang ini tengah membuat keseimbangan investasi di sejumlah negara. Baik itu Amerika, Jepang, Tiongkok, atau Korea Selatan.

Yang terbaru, keseimbangan investasi pun juga dilakukan untuk negara-negara di Timur Tengah, seperti Qatar, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab. Untuk realisasinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku saat ini pemerintah telah membangun hubungan yang baik dengan Arab Saudi, begitu juga dengan Uni Emirat Arab dan Qatar.

“Hubungan seperti ini diperlukan, hubungan personal bukan hubungan bilateral yang terlalu formal dan prosedural,” ucap Presiden saat bertemu dengan peserta Konferensi Mahasiswa Nasional Tahun 2018 beberapa waktu lalu di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Kata Jokowi, hubungan personal tersebut sangat diperlukan untuk keseimbangan investasi dan hubungan bilateral dengan negara-negara lain. Ia pun menegaskan jangan sampai Indonesia memiliki ketergantungan pada satu atau dua negara.

Jokowi pun optimistis Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terkuat nomor empat besar di dunia. Pernyataan itu berdasarkan perhitungan McKinsey, Global Institute, Bank Dunia, dan Bappenas, pada tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara maju dan menjadi empat besar ekonomi terkuat di dunia.

Yakni dengan pendapatan per kapita kurang lebih 29 ribu dolar AS jika memiliki konsistensi dalam pembangunan dan terus bekerja keras.

Tapi semua itu, lanjut Presiden, butuh prasyarat yaitu produktivitas, kedisiplinan nasional yang tinggi, integritas yang baik, dan mau bekerja keras. “Jangan sampai kita ini hanya bergantung terus pada sumber daya alam kita, terlalu memanjakan. Kita harus bertumpu pada kekuatan pembangunan sumber daya manusia,” kata Presiden Jokowi.

Untuk mewujudkan itu semua, kata Jokowi, pemerintah akan memberikan kesempatan kepada warga Indonesia untuk menimba ilmu di negara lain. Presiden mengaku sudah menyampaikan kepada Menristekdikti, tahun depan sekitar 6.000 orang bisa dikirim ke Taiwan.

“Saya tidak mau hanya puluhan atau ratusan. Ribuan. Kita memang harus mengeluarkan dana untuk ribuan, baik untuk mahasiswa maupun untuk yang sudah lulus jadi mahasiswa,” ujar Presiden Jokowi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close