unique visitors counter
HeadlineViral

Pilpres 2019 Bakal Diwarnai Generasi Muslim Tanpa Masjid

Mereka belajar Islam bukan dari lembaga formal melainkan dari media massa

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kemunculan kelompok generasi Muslim tanpa Masjid belakangan ini, membuat pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Adi prayitno angkat bicara. Menurut dia, generasi ini akan ikut memainkan peran pada Pilpres 2019.

Ia mencirikan generasi Muslim tanpa Masjid mayoritas dari kalangan milenial atau berusia 17-35 tahun. Kelompok tersebut, kata dia, belajar Islam bukan dari lembaga formal melainkan dari media massa.

“Belajar agama dari youtube, film yang dia yakini sebagai suatu kebenaran,” katanya di Jakarta, Senin 24 September 2018.

Padahal kehadiran lembaga formal pendidikan Islam masih dirasa penting karena menciptakan edukasi dua arah. Dengan begitu, lanjut dia, pendidikan Islam tak dipelajari secara sepihak tanpa masukan dari pengajar atau ulama.

“Ada dialektika di sekolah. Justru pemuda belajar Islam lewat video cenderung lebih ekstrem,” ucapnya.

Di sisi lain, ia menilai pilihan politik kelompok itu lebih sulit diprediksi. Bahkan ia tak memungkiri pilihan politik kelompok tersebut baru bisa terungkap jelang waktu akhir pemilihan.

“Preferensi politik beda, cenderung liar. Tentukan pilihan jelang menit terakhir,” ujarnya.

Adi mengakui kelompok tersebut akan memberi warna pada Pilpres. Untuk seberapa besar pengaruhnya, ia merasa jumlahnya tak begitu signifikan untuk saat ini.

“Pengaruhnya tidak signifikan karena mereka biasanya di kota. Mereka well educated. Paling enggak sampai 10 persen. Enggak semua fokus politik, ada yang anti politik,” kata dia.(Tian Rayya Bahlamar)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close