unique visitors counter
Politik

Keberhasilan Presiden Jokowi Dalam Membangun Daerah Luar Dan Merangkul Gerakan Separatis OPM

Tweet ‘Pak Jokowi’ menjadi trending topic di twitter, pada Kamis (8/6). Beragam tweet tentang keberhasilan era Presiden Jokowi dimuat dalam 4 ribuan tweet tersebut. Salah satunya tentang keberhasilan Jokowi sepanjang sejarah Indonesia dapat merangkul Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Dalam video yang disisipkan oleh akun @tomy_alfino itu memuat video sumpah setia mantan anggota OPM yang kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Video yang telah di-retweet sebanyak 750 kali itu terlihat ratusan anggota OPM menyatakan sumpah bersama-sama.

“Berjiwa nasionalisme dan bersedia mengajak seluruh saudara-saudara kami yang masih berada di hutan agar segera turun dan kembali ke pangkuan NKRI,” ucap mereka bersama dibimbing oleh salah seorang yang berada di depan panggung sederhana.

“Hari ini 1 Mei hari bersejarah bagi kita orang Papua,” jelas pria Papua yang berdiri di depan ratusan mantan anggota OPM itu.

Pembangunan Indonesia sentris jadi pertimbangan

Setelahnya salah seorang anggota TNI pun menyampaikan bagaimana Presiden saat ini tidak lagi melakukan pembangunan Jawa Sentris akan tetapi Indonesia Sentris.

“Indonesia akan dibangun dari daerah yang terluar, dari daerah pedalaman, makanya kenapa Tentara Nasional Indonesia, Bapak Panglima  TNI, Kasat, Panglima Kodam 17 Cendrawasih, dan saya ditunjuk berada di wilayah tanggung jawab saya ini,” kata salah seorang yang menggunakan seragam TNI itu kepada mantan anggota OPM yang berkumpul.

Dia juga menjelaskan bagaimana Jokowi membangun jalan yang bisa menghungkan antara masyarakat Papua dari satu kampung ke kampung lainnya.

https://twitter.com/tomy_alfino/status/871719749796806656?s=03

Nyatakan bergabung sejak 2016
Ini bukan kali pertama kelompok-kelompok separatis menyatakan kembali bergabung dengan NKRI. Sebelumnya pada 2016 lalu seperti dilansir dari Sindonews sebanyak 300 anggota OPM Pimpinan Goliat Tabuni berikrar kembali ke NKRI. Mereka berasal dari wilayah Tingginambut sebanyak 60 orang, Philia 30 orang, Yambi 90 orang, dan wilayah Kalome sebanyak 120 orang.

Ikrar kembali kepada pangkuan Ibu Pertiwi ini dilakukan setelah menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-71, di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pada Rabu 17 Agustus 2016.

Selain itu, pada Maret 2017 lalu sebanyak 154 mantan anggota OPM juga turun gunung dan menyatakan akan kembali bergabung dengan NKRI. Dilansir dari Kompas.com diketahui, 154 anggota OPM kelompok Utaringgen Telenggen itu berasal dari Kampung Weni dan Kampung Rumagi, Distrik Mageabume, Kabupaten Puncak Jaya. Wilayah itu berbatasan dengan Distrik Yambi, kabupaten yang sama.

Berbondong-bondongnya mantan anggota OPM ini bergabung dengan Indonesia merupakan sejarah penting dan pertama kali dialami oleh Indonesia. Organisasi yang sudah terbentuk sejak tahun 1965 ini merupakan organisasi yang ingin mengakhiri pemerintahan Provinsi Papua dan Papua Barat yang saat ini masuk ke dalam wilayah Indonesia.

Related Articles

Close