HeadlineNews

Polri Tangkap Penyebar Fitnah Jokowi PKI

MATA INDONESIA, JAKARTA – Maraknya pelaku hoax yang ditangkap pihak kepolisian ternyata tak membuat Jundi jera untuk menyebar berita bohong. Kini, pria berusia 27 tahun tersebut harus menerima akibatnya di sel tahanan Mabes Polri.

Ia ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri karena dugaan menyebarkan hoax dan fitnah terhadap Presiden RI Joko Widodo dan Panglima TNI.  “Melalui akun media sosial Instagram, terduga pelaku mem-‘posting’ gambar dan tulisan yang ditujukan menimbulkan rasa kebencian,” kata Kepala Subdirektorat 1 Dittipidsiber Bareskrim Polri Komisaris Besar Polisi Dani Kustoni beberapa waktu lalu di Jakarta.

Jundi diketahui memiliki sejumlah akun Instagram yang beberapa kali menggunggah tuduhan bahwa Presiden Joko Widodo adalah pengikut Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia diciduk di rumahnya, Kecamatan Lueng Bata, Provinsi Aceh pada tanggal 15 Oktober 2018.

Selain mengunggah ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo, Jundi juga sering mengunggah konten berisi ujaran kebencian yang bersifat menyinggung suku, agama, ras, dan antaragolongan (SARA).

Ia juga sering mengunggah konten dengan nuansa pornografi, kata Dani. “Kami sudah memantau aktivitas media sosial Jundi selama 1 tahun,” kata Dani.

Sejumlah akun media sosial yang kerap dipakai saat menjalankan aksinya, antara lain akun Instagram SR23, suararakyat23id, sr23official, 23_official, suararakyat23b, suararakyat23id, dan suararakyat23.ind.

Tujuh akun Instagram milik Jundi tersebut aktif menyebarkan berita bohong dan konten berisi ujaran kebencian sejak Juni 2016. “Dibuat secara berkala karena salah satu akunnya dibekukan Instagram karena menyalahi aturan. Dan Jundi adalah pemilik dan pengelola tunggal akun-akun tersebut,” kata Andi.

Akibat perbuatannya, Jundi dijerat dengan Pasal 45 A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Pasal 45 Ayat (1) juncto Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 16 jo. Pasal 4 Huruf b Angka 1 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 4 Ayat (1) jo. Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2007 tentang Pornografi dan/atau Pasal 157 Ayat (1) KUHP.

“Jundi terancam pidana maksimal 6 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 1 miliar,” kata dia. (Puji Christianto)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close