Viral

PP 19/2017, Bertujuan Penguatan Karakter

Jakarta (MI) Pemerintah mengeluarkan PP No.19/2017 tentang Beban Tugas Guru yang kemudian ditindaklanjuti dengan Permen yang mengatur 5 hari kerja sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan Peraturan Menteri (Permen) tentang lima hari sekolah dalam sepekan sudah terbit. Menurutnya, Permen itu terbit pada 9 Juni 2017 dan akan berlaku pada Juli 2017.

“Sudah terbit tanggal sembilan (9 Juni) kemarin,” kata Muhadjir Effendy di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/6).

Permen tersebut merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru.

“Itu yang kami pakai dasar untuk lima hari masuk kerja,” ucapnya.

Selain itu, juga diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19/2017 tentang Beban Tugas Guru.

PP ini mengalihkan beban mengajar tatap muka minimal 24 jam dalam sepekan menjadi 37,5 jam. Beban tersebut mengacu pada standar kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Jadi komplit dengan istirahatnya sekitar 40 jam per minggu. Itulah yang dipakai dasar untuk guru lima hari masuk kerja, sama dengan ASN yang lain kan,” jelas mantan rektor UMM itu.

Muhadjir menilai kebijakan lima hari sekolah tidak akan mengganggu aktivitas siswa di luar sekolah. Menurut dia, ada dua hal berbeda yang tengah dilakukan Kemendikbud, yaitu terkait sekolah lima hari dan program penguatan karakter.

Untuk penguatan karakter, Muhadjir menyatakan kebijakan lima hari sekolah jangan diartikan siswa belajar terus menerus selama delapan jam sehari di kelas. Menurut dia, perluasan materi sekolah bisa dilakukan dengan kegiatan ko-kulikuler dan ekstra kulikuler. Pelaksanaannya tidak harus di sekolah, bisa di luar,” katanya.

Lebih lanjut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, kehadiran lembaga lain seperti madrasah atau pesantren akan melengkapi program penguatan karakter.

“Malah akan jadi partner sekolah untuk menguatkan program karakter yang berkaitan dengan religiusitas,” kata dia.

Related Articles

Close