unique visitors counter
Sosial Budaya

Presiden Jokowi: Muncul Ideologi Ingin Ganti Pancasila, Indoktrinasinya Sangat Halus dan Kekinian

Jakarta (MI) – Presiden Joko Widodo mengatakan, saat ini bermunculan ideologi-ideologi baru yang ingin mengganti Pancasila. Ideologi-ideologi itu muncul dengan indoktrinasi yang sangat halus, kekinian, dan terkadang menyentuh hati.

 

“Cara indoktrinasi yang digunakan sangat halus, sangat kekinian, dengan pendekatan-pendekatan yang akrab, yang kadang menyentuh hati kita,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri ulang tahun ke-58 Pemuda Pancasila di Hotel Sunan, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (28/10/2017).

 

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berharap Pemuda Pancasila dapat menjadi panutan bagi pemuda-pemudi Indonesia dalam menjaga dan mengamalkan ideologi bangsa. Dia juga mengingatkan tentang cepatnya perubahan lanskap politik dan ekonomi global yang sedang terjadi saat ini.

 

“Kecepatannya luar biasa. Kita harus sadar juga bahwa nanti kalau global berubah, nasional pun juga akan bergerak. Kalau nasional gerak, tingkat daerah pun juga akan bergerak,” ujarnya.

 

Karena itu, Presiden Jokowi mengajak Pemuda Pancasila bekerja bersama pemerintah mewujudkan generasi Indonesia yang memiliki optimisme, semangat pembaharuan, dan inovasi dalam membangun Tanah Air. Hal ini dilakukan agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dan berkompetisi dengan negara lain.

 

“Di usia Pemuda Pancasila yang ke-58, marilah terus kita bergotong royong dengan pemerintah dalam membangun pemuda-pemudi Indonesia agar mereka menjadi generasi yang tangguh, inovatif, tahan banting, mengangkat bangsa ini ke masa keemasan Indonesia,” ucapnya.

 

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Oesman Sapta Odang, Staf Khusus Presiden Johan Budi, dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. (AVR)

Tags

Related Articles

Close