unique visitors counter
HeadlineKisah

Tak Kalah Dengan Pendahulunya, Anak Muda Ini Karya Satranya Juga Mendunia

MATA INDONESIA, JAKARTA-Indonesia banyak melahirkan orang-orang hebat dalam bidang satra, bahkan banyak juga yang dikenal di dunia. Nah, kalau ngomongin tokoh Sastrawan Indonesia, pasti nggak bakalan lepas dari Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Toer, atau WS Rendra.

Untuk para pecinta karya sastra sekarang pun masih mengidolakan berbagai karya sastra para senior tokoh sastrawan Indonesia tersebut. Namun, seiring perkembangan zaman, banyak lahir juga satrawan-satrawan muda yang karyanya juga banyak diakui oleh dunia.

Tak semua anak-anak zaman now, itu hanya numpang tenar di sosial media, namun sudah banyak bermunculan karya satra dengan sudut pandang baru yang anti mainstream dengan gaya bahasa berbeda mengikuti kemajuan zaman, atau sitilahnya generasi milenial.

Berikut Mataindonesia.id merilis beberapa anak muda yang memang konsen dengan dunia satra dan karyanya sampai mendunia:

  1. Andrea Hirata

Penulis asal tanah Belitung ini pasti sudah sering kamu dengar namanya. Dia adalah penulis novel tetralogi Laskar Pelangi: Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Novel-novel tersebut menjadi best seller di Indonesia dan bahkan dua di antaranya telah difilmkan.

Novel Laskar Pelangi juga dapat ditemukan di tak kurang dari 79 negara di dunia! Pada awalnya, novel yang dalam terjemahan bahasa Inggris diberi judul The Rainbow Troops ini diterbitkan di Australia dan Selandia Baru oleh Random House, penerbit kelas dunia. Kemudian menyusul India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, dan Nepal melalui penerbit besar bernama Penguin.

Karena prestasinya, Andrea Hirata juga diundang sebagai pembicara tamu di beberapa event literasi internasional, salah satunya Byron Bay Writers Festival 2012 di Australia.

  1. Ahmad Fuadi

Novel karya Ahmad Fuadi, yaitu Negeri 5 Menara telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Land of Five Towers. Novel yang juga telah diangkat ke layar lebar ini dijual ke seluruh dunia melalui Amazon.com dan versi digitalnya di iTunes.

Menyusul novel kelanjutannya yang bertajuk Ranah 3 Warna juga telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, dan soft launch-nya bertepatan dengan momen Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) pada bulan Oktober 2013.

Sebagai penulis, Ahmad Fuadi sering menjadi pembicara di event internasional; seperti Frankfurt Book Fair 2012, Singapore Writers Festival 2012, Byron Bay Writer Festival di Australia 2013, serta Ubud Writer and Reader Festival 2013. Di akhir tahun 2012, Ahmad Fuadi juga terpilih sebagai “Resident Writer” dalam sebuah program prestisius Bellagio Center di pinggir Danau Como di utara Italia. Program ini diikuti oleh seniman dan akademisi terpilih dari seluruh dunia.

 

  1. Mochtar Lubis

Mochtar Lubis adalah penulis dan jurnalis Indonesia yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 7 Maret 1922. Karya novelnya antara lain adalah Tidak Ada Esok, Jalan Tak Ada Ujung, Senja di Jakarta, Tanah Gersang, Harimau! Harimau!, dan Maut dan Cinta yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Mochtar Lubis sempat mendapat penghargaan Ramon Magsaysay Award (1950) dan World Association of Newspapers’ Golden Pen of Freedom Award (1967).

  1. Eka Kurniawan

Eka Kurniawan adalah seorang penulis yang lahir di Tasikmalaya, 28 November 1975. Novelnya yang paling fenomenal adalah Cantik Itu Luka yang pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Jendela (2002).

Novel tersebut telah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Jepang oleh Ribeka Ota dengan judul Bi wa Kizu dan dalam Bahasa Inggris oleh Annie Tucker dengan judul Beauty is a wound.

  1. Dewi Lestari

Wanita yang lebih dikenal dengan nama Dee, mengawali debutnya lewat novel Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh di tahun 2001. Supernova kemudian berlanjut dengan seri-seri selanjutnya berturut-turut berjudul: Akar, Petir, Partikel dan yang baru saja terbit Gelombang.

Selain novel berseri Supernova, Dee juga menulis novel Perahu Kertas, juga beberapa kumpulan cerpen yaitu Rectoverso, Madre, dan Filosofi Kopi. Karya-karyanya selalu mendapat tempat spesial di hati para pembaca Indonesia, dan beberapa judul juga telah difilmkan.

Dirinya pernah didapuk menjadi perwakilan Indonesia dalam seremonial peralihan guest of honor country di Frankfurt Book Fair 2014. Selain itu, film Rectoverso yang diangkat dari salah satu bukunya juga ditayangkan di salah satu sesi Frankfurt Book Fair 2014.

  1. Norman Erikson Pasaribu

Di ranah sastra Indonesia, nama Norman Erikson Pasaribu dikenal sebagai cerpenis. Norman merupakan salah satu penulis muda yang patut diperhitungkan di Indonesia.

Nama Norman Erikson Pasaribu mencuat ketika karya yang berjudul ‘Sepasang Sosok yang Menunggu’ masuk dalam buku Cerpen Pilihan Kompas 2012. Buku kumpulan cerita pertamanya, ‘Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku harus Menunggu’, adalah salah satu dari lima besar Kusala Sastra Khatulistiwa untuk Kategori Prosa pada 2014, salah satu penghargaan bergengsi bagi sastrawan Indonesia.

Pria kelahiran Jakarta 18 Maret 1990 ini, Pada Desember 2015, kembali muncul sebagai pemenang Sayembara Manuskrip Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) lewat naskahnya yang berjudul ‘Sergius Mencari Bacchus’.

  1. Adimas Imanuel

Salah satu tokoh sastrawan Indonesia di kalangan anak muda adalah Adimas Imanuel. Penulis satu ini rajin menerbitkan buku berupa kumpulan puisi. Beberapa bukunya yang sudah terbit yaitu Empat Cangkir Kenangan, Plesir Mimpi, Di Hadapan Rahasia, dan Suaramu Jalan Pulang yang Kukenali.

Berkat karya-karyanya itu, pria kelahiran Solo 8 Juli 1991 ini pernah diundang ke Melbourne Emerging Writers Fesival tahun 2016 lalu.

Sebenarnya, masih banyak lagi nama-nama penulis muda Indonesia yang berhasil membawa harum nama negara ini di level internasional lewat karya-karya mereka. Melalui momen Sumpah Pemuda, kita sebagai anak-anak muda bisa nih meneladani prestasi mereka dan juga semakin mengapresiasi karya anak bangsa. (Tiar Munardo)

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close