unique visitors counter
Kisah

YLKI Minta Pengelola Lokasi Wisata: Jangan Over Capacity

Jakarta (MI) –  Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyatakan, pengelola destinasi wisata agar mewaspadai lonjakan pengunjung tempat wisata. Menurutnya, meskipun kondisi destinasi wisata yang penuh sesak tersebut merupakan fenomena positif, tapi berpotensi terjadi kasus kecelakaan.

Pengelola wisata harus memiliki standar kapasitas maksimum untuk lokasi wisata. “Jangan memaksakan menjual tiket masuk padahal lokasi wisata sudah over capacity,” tegas Tulus, Jumat (23/6).

Kelebihan pengunjung pada tempat wisata akan mengganggu kenyamanan, keamanan dan keselamatan konsumen sebagai pengguna jasa wisata. Menurut Tulus, Dinas Pariwisata setempat seharusnya telah melaksanakan audit teknis terhadap sarana prasana di lokasi wisata, untuk memastikan kelayakan dan keamanan sarana prasarana wisata yang berisiko tinggi.

Pengelola wisata juga wajib menyiapkan alat-alat penunjang keselamatan seperti pelampung atau jaket keselamatan untuk wisata air yang berisiko tinggi, seperti danau, telaga dan atau pantai. “Dan ada petugas penjaga pantai atau danau sehingga ketika terjadi accident, konsumen korban bisa cepat dievakuasi dan diselamatkan,” kata Tulus.

Di samping itu, Tulus juga meminta konsumen untuk tidak memaksakan diri memasuki area destinasi wisata, jika area sudah over capacity, serta tidak menggunakan sarana prasarana di lokasi wisata jika terlihat sudah keropos dan tidak dirawat, atau tidak dilengkapi dengan sarana penunjang keselamatan.

Terkait potensi lonjakan pengunjung wisata, YLKI juga meminta pengelola destinasi wisata untuk dapat menambah fasilitas toilet dengan toilet portable dan menjamin ketersediaan air. “Adanya jumlah antrian di toilet,  khususnya toilet perempuan, menunjukkan kurangnya fasilitas, jumlah toilet perempuan yang seharusnya lebih banyak dari toilet laki-laki,” kata Tulus.

Pihak YLKI juga mengingatkan agar lokasi wisata seharusnya dilengkapi dengan klinik kesehatan dan petugas medis yang siaga selama jam operasional. Hal tersebut dinilai sangat penting untuk mengantisipasi kasus-kasus kecelakaan saat liburan massal, sehingga dapat dilakukan pertolongan pertama dan bahkan menyelamatkan korban dari fatalitas. (WR/AVR)

Tags

Related Articles

Close