Kisah
Ini 12 Panggilan Ibu di Indonesia, Nomor 7 Jangan Berpikiran Mesum

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di kota, kita hanya mendengar kata ibu, bunda, mama atau ummi sebagai panggilan dari seorang anak. Tahukah Anda, bahwa dengan banyaknya suku, Indonesia sebenarnya memiliki banyak panggilan untuk perempuan yang melahirkan kita.
Mata Indonesia mencoba menghadirkan 12 di antaranya seperti berikut;
1.Inen di Gayo Aceh
Di daerah itu biasanya seorang ibu tidak dipanggil dengan nama aslinya. Namun itu langsung melekat saat dia menikahi seorang laki-laki. Setelah selesai mengucap ijab kabul dia hanya dikenal dengan Inan Mayak.
Jika memiliki anak pertama laki-laki, sang ibu dipanggil Inen Win. Jika perempuan dia dipanggil Inen Ipak.
2. Nande di Batak Karo
Nande bukan saja panggilan dari anak kepada orangtua perempuan, tetapi kepada perempuan lain yang sebaya ibunya. Begitu juga dengan ibu yang memiliki suami semarga dengan bapak seorang anak, maka anak itu harus memanggilnya dengan sebutan nande.
3. Amak di budaya Minangkabau
Amak adalah panggilan dari seorang anak di lingkungan adat Minangkabau yang masih digunakan saat ini selain amai, blai, ama dan bundo. Selain nama-nama itu masyarakat Minang zaman dulu sering memanggil ibunya dengan sebutan mande.
4. Enyak di Masyarakat Betawi
Orang Betawi biasanya tidak menyebut utuh suku kata itu. Mereka hanya menyebut “nyak” saat memanggil ibunya atau perempuan yang sebaya atau lebih tua dari ibunya.
5. Ambu di Masyarakat Sunda
Ambu merupakan bahasa sunda lawas yang berarti ibu. Panggilan Ambu sudah jarang sekali terdengar di telinga.
Sebutan Ambu, bisa jadi dari kata Sunan Ambu. Menurut Wikipedia, Sunan Ambu adalah sosok perempuan gaib penguasa khayangan dalam kepercayaan Sunda buhun. Namun peranannya lebih dari itu, karena sosoknya juga dianggap sebagai “ibu” dari kebudayaan Sunda. Arti Sunan Ambu sendiri di dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai “Ratu Ibu” atau “Dewi Ibu”, yang di dalam mitologi masyarakat Sunda yang bermakna sebagai “ibu” yang merawat tanah air serta lingkungan hidup yang harus dimuliakan.
6. Simbok di Masyarakat Jawa Tengah/Jawa Timur
Bagi orang Jawa Simbok bukan sekedar berarti ibu, melainkan sebuah paham, sebuah aliran, mungkin bisa disebut sebuah kepercayaan bahwa kata itu berarti tempat manusia berasal. Rahim seorang perempuan.
7. Meme di Masyarakat Bali
Menyebutkannya seperti kita mengatakan bebek hanya diganti huruf matinya saja dengan huruf M.
Meme atau biang dalam masyarakat dan bahasa Bali selalu tetap dihormati sebagai guru karena telah menjadikan kita sebagai manusia di dunia ini dan telah berjasa merawat kita dari kecil hingga dewasa.
8. Ebo di Madura
Selain Ebo ada pula masyarakat Madura yang memanggil ibunya dengan sebutan Ebhu.
9. Umai di Dayak Ngaju
10. Anrong di Makassar
11. Ende di NTT
12. Mace di Papua
Panggilan itu ditujukan kepada setiap perempuan yang sudah tua dan pantas menjadi ibu kita.
(Nefan Kristiono)